Back

Perbedaan Vape dan E Cigarettes Yuk Cari Tau !!

Maraknya perkembangan perindustrian rokok yang pesat membuat banyak orang bertanya-tanya, apa perbedaan vape dan e cigarettes? Bagi pecandu rokok, nama-nama ini tentu saja tidak terdengar asing. Keduanya dianggap bisa menjadi salah satu solusi terapi untuk berhenti merokok. Vape dan rokok elektrik atau e cigarettes sering dianggap sama, tetapi nyatanya tidak demikian.

Meski secara analisa keduanya sama-sama berasal dari jenis rokok, vape dianggap tidak berbahaya untuk kesehatan dibandingkan dengan rokok elektrik, asal penggunaannya tidak melebihi batas. Untuk mengetahui lebih jauh terkait kedua jenis produk rokok ini, simak terus uraian berikut!

perbedaan vape dan ecigPerbedaan Vape dan E Cigarettes Secara Umum

Rokok elektrik atau yang sering disebut dengan e cigarettes adalah alat yang sekilas mirip dengan rokok karena sama-sama menghasilkan zat nikotin. Nikotin ini berasal dari uap yang dihisap oleh penggunanya, kemudian dihembuskan. Sejarah adanya rokok elektrik sebenarnya sudah pernah digunakan sejak tahun 1962, tetapi periode ketika benar-benar diproduksi adalah pada awal 2006 yang lalu.

Hingga saat ini, sudah tersedia sekitar 466 varian merk rokok elektrik di Indonesia. Tentu dengan jumlah yang sangat besar ini, tidak heran jika rokok elektrik cukup populer bersamaan dengan rokok tembakau. Belum lagi varian rokok elektrik ini bisa dengan mudah didapatkan di mana saja secara online maupun offline.

Perbedaan vape dan e cigarettes yang paling umum terlihat adalah bahwa hampir seluruh toko vape di Indonesia tidak menyediakan rokok elektrik. Biasanya, e cigarettes berada di toko kecil yang jarang sekali terlihat. Mungkin untuk di luar Indonesia, rokok elektrik ini biasa ditemukan di tempat pengisian bensin ataupun toko khusus rokok.

Hal ini dikarenakan tingkat popularitas vape di kalangan masyarakat jauh lebih tinggi dibandingkan rokok elektrik. Selain itu, vape memiliki kandungan liquid yang berperisa, sehingga uap yang dihasilkan dapat berbau harum dan wangi. Penggunanya juga bisa mengatur temperatur yang ada, sehingga ini merupakan sebuah nilai plus tersendiri untuk pengguna vape.  

 

Banyak pengguna vape yang menganggap bahwa produk rokok yang satu ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan rokok elektrik maupun rokok tembakau. Ini karena vape mengandung sedikit kandungan nikotin, atau bahkan tidak ada sama sekali. Tidak heran jika vape sering disebut sebagai bagian dari terapi untuk menghentikan kebiasaan merokok agar memilih cara yang lebih sehat, yaitu dengan menghirup uap air vape.

3 Perbedaan Vape dan E Cigarettes  

Dari bentuknya, vape dan e cigarettes memang terlihat sama. Keduanya sama-sama mengeluarkan asap yang juga mirip dengan rokok. Akan tetapi, terkadang banyak sekali orang salah paham dengan cara kerja vape. Perbedaan vape dan e cigarettes yang paling signifikan adalah bahwa vape bukan mengeluarkan asap seperti pada rokok elektrik dan tembakau, melainkan uap air.

Uap air inilah yang menjadi alasan mengapa vape dianggap lebih aman digunakan dibanding rokok jenis lainnya. Di dalam mod vape, terdapat liquid berperisa yang membuat uap airnya menjadi harum dan berasa.

Berikut adalah penjelasan lebih jelasnya mengenai perbedaan vape dengan e cigarettes berdasarkan komposisi dan dampaknya:

  • Bagian-bagian Rokok

Pada dasarnya, rokok elektrik terbagi atas 3 komponen utama, yakni pemanas logam, katrid yang menjadi tempat bagi cairan zat kimia, serta baterai. Pemanas logam ini dikenal dengan nama vaporizer alias vape yang sering kita sebut. 

Untuk cara kerja dari sebagian besar rokok elektrik, kamu bisa menghirup e cigarettes, kemudian hal ini akan membuat baterai aktif sampai memanaskan bagian cairan di dalam katrid, sehingga mampu menghasilkan uap yang diberi nama vapor ataupun aerosol. 

Jadi pada intinya, sebutan vape ini hanya sebutan khusus untuk penggunaan rokok elektrik, sedangkan sebutan vape yang mengandung cairan berasa itu memiliki arti tersendiri.

  • Cairan yang Ada di Dalam Rokok

Perbedaan vape dan e cigarettes lainnya terletak pada cairan yang dikandungnya. Pada rokok elektrik menyimpan 4 jenis larutan, yaitu nikotin, propilen glikol, dan zat kimia lainnya, seperti silika dan logam. 

Untuk vape sendiri memiliki liquid atau e-juice dengan kandungan yang berbeda, itulah kenapa pada vape dapat menghasilkan bau harum. Bagi kamu yang ingin beralih ke penggunaan vape dan masih meragukan kandungan cairannya, tidak usah khawatir karena liquid vape terbuat dari bahan yang jelas keberadaannya. 

Pembuat liquid vape, Russell Mills, meracik varian rasa pada cairan vape dengan tangan sendiri. Ia menggunakan 4 bahan untuk menghasilkan sebuah liquid, salah satunya yaitu gliserin yang berasal dari sayuran sebagai bahan utamanya. Gliserin ini bukan yang mempengaruhi rasa pada vape, melainkan mempengaruhi jumlah uap air yang keluar.

Bahan pembuatan cairan vape lainnya adalah propilen glikol. Zat yang sama digunakan pada e cigarettes ini berfungsi sebagai inhaler asma, yaitu untuk melebarkan saluran pernapasan supaya ketika menghirup uap air vape akan terasa lebih aman dan nyaman.

Kamu mungkin juga bertanya-tanya, dari mana rasa dan bau vape itu berasal? Jawabannya ada pada propilen glikol ini sendiri. Aneka rasa yang tersedia pada e-juice berasal dari campuran propilen glikol yang dibuat secara alami maupun buatan.

Perbedaan vape dan e cigarettes yang terakhir dari segi cairannya adalah jumlah kandungan nikotinnya. Biasanya, para pembuat vape menyediakan liquid dengan kandungan nikotin yang bervariasi, yaitu sekitar 0—12 mg. Inilah yang membedakan vape dengan rokok elektrik yang justru menggunakan nikotin jauh lebih besar.

  • Risiko yang Ditimbulkan

Pada awal kemunculannya, rokok elektrik pernah digunakan sebagai salah satu bentuk terapi menghentikan kebiasaan merokok. Akan tetapi, WHO memutuskan untuk tidak merekomendasikan rokok elektrik lagi karena nyatanya risiko yang ditimbulkan sama dengan rokok tembakau pada umumnya.

Risiko yang muncul bisa bermacam-macam, seperti berefek negatif untuk kesehatan, menyebabkan kecanduan karena kandungan nikotin yang cukup tinggi, hingga dapat disalahgunakan dengan memasukkan jenis bahan tertentu yang berbahaya, seperti heroin, marijuana, dan lainnya.

Ini jelas berbeda dengan efek dari penggunaan vape. Vape sampai saat ini masih dianggap sebagai metode terapi yang cukup efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok. 

Selain aman dan memiliki risiko yang jauh lebih rendah, kamu akan lebih nyaman dalam menggunakannya karena menghasilkan uap air yang berasa dan berbau harum. Dengan begini, orang di sekitar kamu tidak akan terkena efek negatif dari rokok.

Tips Menggunakan Vape yang Aman

Meski memiliki kelebihan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan rokok pada umumnya, bukan berarti kamu tidak perlu bijak dalam menggunakan vape. Untuk penggunaan yang aman, pilihlah liquid vape dengan tepat. 

Tidak sedikit toko vape yang meracik e-juice dengan komponen dan bahan-bahan tidak jelas. Oleh karena itu, pilihlah hanya di toko vape terpercaya dan sudah berpengalaman. 

Kamu bisa mempercayakan hal ini pada Indonesia Dream Juice untuk mengisi ulang cairan vape kamu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai perbedaan vape dan e cigarettes dengan kandungan nikotin yang jauh lebih besar, di e-commerce kami, dipastikan kandungan nikotin sudah aman atau bahkan tidak ada nikotin sama sekali. 

Dengan varian rasa yang unik dan harga bersahabat, kamu bisa mengisi ulang cairan vape dengan mudah. Untuk detail produk dan lainnya, kunjungi laman website resmi kami Indonesia Dream Juice, supplier liquid vape terpercaya!

Share dan Follow Sosial Media kami!
error:
WeCreativez WhatsApp Support
Tim customer support kami siap menjawab segala pertanyaan Anda. Silahkan tanyakan apa saja!
👋 Halo, ada yang bisa saya bantu?