Back

Mengenal APVI Indonesia dan Tujuan Dibentuknya

Mengenal APVI Indonesia dan Tujuan Dibentuknya - Indonesia Dream Juice

Mengenal APVI Indonesia dan Tujuan Dibentuknya – Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia atau yang dikenal APVI, merupakan asosiasi yang didirikan sebagai respon atas minimnya regulasi vape di Indonesia. Tujuan dari dibentuknya asosiasi ini agar industri vape mendapatkan pengakuan dari membuat aturan tentang vape.

APVI sendiri memiliki beberapa fokus program terkait vape dan sudah memiliki lebih dari seribu anggota di berbagai wilayah di Indonesia.

Barangkali masih ada yang asing dengan asosiasi ini, dalam artikel ini kita akan mengenal APVI Indonesia secara lebih dekat.

Mengenal APVI Indonesia dan Kisah Terbentuknya

Untuk lebih mengenal APVI Indonesia, kamu perlu tahu dulu sejak kapan didirikannya. APVI didirikan sejak 2013 dan disahkan melalui Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM) pada 2015.

APVI sendiri diketuai oleh Aryo Andrianto, dimana asosiasi ini didirikan untuk menaungi para pengusaha di industri vape, yaitu sebagai advokasi regulasi bagi industri ini.

Mengenal APVI Indonesia dan terbentuknya APVI dimulai dari kisah bagaimana Aryo mengenal vape hingga mulai membawanya untuk menekuni industri vape lebih dalam.

Dikutip dari inovasitembakau.com, Aryo menceritakan bahwa ia mulai mengenal vape melalui kakak iparnya. Pertama kali mencoba vape yang ia rasakan menurutnya, vape memiliki rasa yang enak dan bagus digunakan sebagai alternatif bagi para pecandu rokok yang mulai ingin berhenti merokok.

Menurut Aryo dari sisi kesehatan, semenjak beralih dari rokok biasa ke vape, ia merasakan dampak yang cukup signifikan. Diantaranya seperti, nafasnya menjadi lebih ringan dan lebih nyaman saat berolahraga.

Bukan hanya dari segi kesehatan saja, sebagai seorang pebisnis, Aryo melihat adanya peluang besar yang signifikan bagi industri vape di masa mendatang.

Oleh karena itu, ia ingin membagikan hal ini ke banyak orang bagaimana vape dapat digunakan sebagai alternatif untuk berhenti merokok.

Bahkan untuk mewujudkan visi ini, Aryo rela meninggalkan berbagai bisnis lain yang sudah digelutinya untuk fokus pada industri vape.

Meskipun ia banyak mendapat respon negatif, namun tidak jarang pula orang-orang terdekatnya justru penasaran dengan vape. Hal ini dikarenakan bentuk vape yang beragam dan unik, mulai dari yang berbentuk seperti rokok, pen, cerutu, pipa, dan berbagai bentuk lainnya yang sulit ditemukan saat ini.

Tujuan Pendirian APVI

Sebagaimana asosiasi ini didirikan sebagai respons atas minimnya regulasi vape di Indonesia. Tujuan dibentuknya APVI ini agar industri vape mendapatkan pengakuan dari Pemerintah dan membuat aturan terbaik tentang vape.

Hal ini disampaikan oleh Aryo, “Sebagai warga negara Indonesia, tentu kami ingin dinaungi oleh Pemerintah meskipun ini adalah bisnis yang masih baru”.

Dalam hal ini, advokasi pertama yang dilakukan APVI yaitu perihal cukai. Proses advokasi itu sendiri memakan waktu hampir satu tahun melalui diskusi bersama Bea Cukai.

Hingga akhirnya, advokasi tersebut membuahkan hasil yaitu dengan ditetapkannya cukai vape sebesar 57 persen pada tahun 2018.

Meskipun angka tersebut terbilang sangat besar, namun APVI menganggap ini sebagai batu loncatan, karena yang terpenting saat itu adalah bagaimana Pemerintah akhirnya mengakui industri vape. Namun tentunya dengan harapan ke depan bahwa, aturan-aturan tersebut tidak akan memberatkan vapers dan para pengusaha.

Hingga kini, APVI sudah memiliki lebih dari seribu anggota di berbagai daerah. Dimana anggota-anggota tersebut dinaungi oleh sekitar 11 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) dan sekitar 20 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) APVI.

Bukan hanya itu, selain menaungi para pengusaha vapers, APVI juga memiliki Sahabat APVI di berbagai daerah Indonesia yang menaungi teman-teman komunitas vapers.

Mengenal APVI Indonesia dan Tujuan Dibentuknya - Indonesia Dream Juice - Mod vs Pod - Ngevape bareng

Program-program APVI

Setelah mengenal APVI Indonesia melalui kisah terbentuknya, mari kita ketahui program-program yang dijalankan oleh APVI. Berikut ini ulasan tentang fokus program APVI.

1. Standarisasi (SNI)

APVI berharap melalui SNI, UMKM bisa memiliki standarisasi yang baik, bukan justru memberatkan mereka.

Melalui Standarisasi yang baik, maka jaminan kualitas produk pun terpercaya dan ini akan memberikan dampak yang baik pula bagi keseluruhan industri. Begitupun sebaliknya, bila standarisasi tidak terjamin, maka hal ini akan berakibat negatif pada pengguna.

Pada awal proses advokasi SNI, terjadi penolakan karena standarisasi dianggap tidak berpihak terhadap konsumen. Namun, dengan dilakukannya sosialisasi secara terus-menerus, mereka akhirnya mengerti dan melihat sendiri bahwa standarisasi memiliki dampak positif.

Hal tersebut tentunya tidak lepas dari bantuan perwakilan APVI di daerah-daerah, yang mana sosialisasi itu dilakukan dengan gaya bahasa dan pendekatan masing-masing daerah sehingga mudah diterima dan dimengerti.

2. Sosialisasi Edukasi Vape

Aryo, ketua umum APVI menekankan tentang pentingnya komunitas dalam industri vape yakni bahwa industri vape bisa berkembang hingga saat ini karena komunitas.

Oleh karena itu menurutnya, penting menjadi duta bagi vapers, sehingga vapers bisa memberikan hal positif untuk orang-orang di sekitarnya. Bila satu orang dapat membuat lima orang berhenti merokok, maka dua juta vapers bisa memberi dampak baik bagi sepuluh juta orang.

Diharapkan juga, regulasi yang dilakukan bisa dirumuskan dengan baik dan tidak terburu-buru. Sehingga hasilnya bisa diaplikasikan dan tidak merugikan pihak konsumen maupun pengusaha.

3. Pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Sedangkan dalam pengembangan kapasitas SDM, para vapers atau vaporista dan pengusaha menjadi fokus utama bagi APVI karena merekalah yang akan menjadi ujung tombak industri dan berhadapan langsung dengan konsumen.

Maka mereka perlu dibekali dengan berbagai hal mengenai pengetahuan produk dan ilmu pemasaran. Hal ini bertujuan agar informasi yang diperoleh konsumen pun lebih terpercaya.

Bukan hanya memiliki program tersendiri saja, namun APVI juga bekerja sama dan bisa merangkul asosiasi lainnya yang ingin memiliki peran aktif untuk advokasi ke Pemerintah dalam memajukan industri vape melalui sebuah paguyuban asosiasi vape nasional.

 

Baca Juga : Cartridge 0.6 ohm untuk Liquid Apa?

 

Keuntungan Bergabung Dengan APVI Indonesia

Kamu belum mengenal APVI Indonesia lebih jauh jika belum bergabung menjadi membernya. Ada banyak keuntungan bergabung bersama APVI Indonesia, baik untuk pebisnis maupun pengguna vape.

1. Go Digital

Member yang tergabung di APVI terdata secara digital

 

2. Pelatihan Usaha Untuk UMKM dan Pengusaha Vape

APVI memiliki program-program pelatihan usaha bagi UMKM atau pengusaha vape, serta menjalin kerja sama dengan Lembaga permodalan untuk membantu memfasilitasi member APVI.

 

3. Menjadi Media Pendukung Perkembangan Member APVI

APVI menyiapkan ruang-ruang eksplorasi, promosi, industri entertainers untuk bakat dan talenta para vapers dan diluar vapers.

 

4. Program Investasi

APVI mengadakan program investasi yang menjadi program yang menjembatani para investor, baik investor luar maupun dalam negeri kepada anggota APVI yang berkompeten. Ini dilakukan dengan bekerja sama secara resmi dengan asosiasi APVI sebagai fasilitator dan penengah.

Masih banyak lagi keuntungan bergabung dengan APVI, kamu bisa membaca informasi selengkapnya di laman website resmi APVI untuk mengenal APVI Indonesia  lebih dalam.

Jika kamu ingin mengenal APVI Indonesia lebih dalam, kamu bisa kok bergabung dalam asosiasi ini.

 

Nah kalo kamu adalah seorang vapers yang kehabisan liquid, waktunya beli liquid lagi di Indonesia Dream Juice!

Jangan lupa juga follow instagram kami @idjofficial biar ga ketinggalan info-info menarik seputar liquid dan event menarik yaa!

Masih bingung atau ragu dalam memilih liquid yang cocok buat device-mu? Tanya-tanya sama admin disini yuk!

Share dan Follow Sosial Media kami!
error:
WeCreativez WhatsApp Support
Tim customer support kami siap menjawab segala pertanyaan Anda. Silahkan tanyakan apa saja!
👋 Halo, ada yang bisa saya bantu?