Back

Kisah sukses Agung Subroto membangun Indonesia Dream Juice

Kisah sukses Agung Subroto membangun Indonesia Dream Juice - Indonesia Dream Juice

Siapa sangka jika Indonesia Dream Juice berawal dari masalah kesehatan ternyata justru melahirkan ide bisnis yang sangat menjanjikan. Hal Itu dibuktikan oleh Agung Subroto. Pria yang akrab disapa Agung itu adalah CEO dan Fouder Indonesia Dream Juice (IDJ).

IDJ sendiri kini beroperasi dengan legalitas payung dari PT. INDONESIA DISTRIBUSI JAGATRAYA. Berhasil meraih omset puluhan juta rupiah saat awal berdiri di 2016, kini omset IDJ tercatat pada tahun 2023 sudah menyentuh angka miliaran rupiah. Keberhasilan IDJ itu tak lepas dari kegigihan dan semangat yang dimiliki Agung.

Berawal dari Sakit Batuk

Agung menceritakan, latar belakang dirinya dalam memutuskan untuk memilih menjadi pebisnis liquid berawal dari sakit batuk yang dialaminya. “Ditahun 2016 kebawah saya sering terserang sakit batuk, bahkan sampai rontgen karena ada bercak hitam diparu-paru saya,” ungkapnya di Surabaya. Singkat cerita, dari kondisi itu akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan rokok elektrik yakni vape atau vapor.

“Selama sudah beralih ke vape itu baru munculah ide perihal bisnis liquid. Jadi saya menilai bahwa vape ini menjadi nikmat karena dari peran liquidnya. Inilah yang membuat saya memutuskan untuk berkecimpung di dunia liquid dengan mendirikan Indonesia Dream Juice,” jelas bapak 3 anak itu. Agung menceritakan, berdiri awal pada 2016 IDJ hanya bermula dari sebuah home industri dengan jumlah karyawan hanya 5 orang.

Pada saat itu, IDJ hanya memproduksi dan menjual ratusan botol liquid dengan omset puluhan juta rupiah. Namun seiring berjalannya waktu sekaligus berkat konsistensi dalam kerja keras yang juga dibarengi dengan melakukan beragam inovasi, kini di tahun 2023 IDJ berhasil menguasai pasar se-Jawa dan Bali, bahkan terbesar ke 2 se-Indonesia.

 

Omzet Sudah Menyentuh Milyaran

Pada tahun 2020, meski Agung enggan menyebut nominal detail omsetnya, namun penjualan IDJ berhasil menyentuh di angka miliaran rupiah. Omset itu meningkat pesat dibandingkan saat awal berdiri yang hanya meraih puluhan juta rupiah saja. “Bahkan, di 2020 pasca sudah beroperasi di pabrik sendiri yang beralamat di Jalan Medokan Keputih Nomor 3 dengan jumlah karyawan berjumlah 55 orang, sumbangan cukai kami berhasil menembus angka 35 miliar dari hasil penjualan 1 juta botol,” sambungnya.

Kendati kini IDJ sudah semakin sukses, Agung mengatakan bukan berarti tidak ada kendala dalam perjalanan bisnisnya. Pasalnya tahun 2017 IDJ sempat mengalami resesi keuangan yang disebabkan adanya regulasi terkait legalitas liquid Vape di Indonesia. Saat kondisi itu pengeluaran keuangan IDJ mengalir deras sedangkan pemasukan hampir tidak ada sama sekali alias hasil produksi ribuan botol menumpuk di gudang karena tidak laku. Kendati demikian, di akhir 2018, bisnisnya mulai bisa berangsur pulih.

Itu karena di 2018 tepatnya bulan Juli, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan secara resmi juga telah memberikan izin perdana berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) kepada beberapa pengusaha pabrik liquid vape. “Bersamaan saat telah resminya legalitas bisnis liquid vape di Indonesia itu pula saya langsung mengambil start dengan melakukan gebrakan melalui beberapa inovasi, meliputi menciptakan brand yang punya rasa sesuai hasil trend dari analisis kami sendiri, mempromosikannya melalui video lengkap dengan penjelasan rasanya dan juga menawarkan produk liquid yang nama brandnya sesuai dengan keinginan distributor maupun si pembelinya,” jelas pria berusia 36 tahun itu.

 

Baca Juga : Ada koruptor? Liatin aja sambil ngevape ntar juga ketangkep!

 

Diakui Agung, inovasinya itu sangat efektif dalam mendongkrak penjualan lDJ sendiri. “Bahkan kini, total produk liquidnya sudah terdiri dari 16 brand, sedangkan saat awal berdiri hanya 5 brand saja,” tandasnya. Di 2023 IDJ melakukan banyak perombakan besar terkait struktur organisasi, etos kerja, budaya kerja dan berbagai perbaikan di bidang branding dan marketing seiring berkembangnya IDJ. Kedepannya IDJ akan melakukan IPO (Initial Public Offering) pada 2024 dengan semakin berkembangnya bisnis ini.

 

Nahh, begitulah kisah perjalanan Agung Subroto membangun IDJ dari 0 bertahun-tahun lalu

Jangan lupa juga follow instagram kami @idjofficial biar ga ketinggalan info-info menarik seputar liquid dan event menarik yaa!

Masih bingung atau ragu dalam memilih liquid buat podmu? Tanya-tanya sama admin disini yuk!

Share dan Follow Sosial Media kami!
error:
WeCreativez WhatsApp Support
Tim customer support kami siap menjawab segala pertanyaan Anda. Silahkan tanyakan apa saja!
👋 Halo, ada yang bisa saya bantu?